Rabu, 30 Oktober 2013
1. Belajar Kelompok
Bosan belajar sendirian? Coba saja belajar secara kelompok bareng teman.
Belajar kelompok merupakan salah satu belajar yang baik dan efektif.
Dengan belajar kelompok kegiatan belajar akan menjadi sangat
menyenangkan karena ada temannya. Belajar secara kelompok sebaiknya
mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar bisa termotivasi dan
ketularan pintar.
2. Coba Rajin Membuat Catatan Atau Intisari Dari Pelajaran
Setiap
bab pelajaran selalu ada bagian-bagian yang penting. Nah bagian yang
penting ini sebaiknya dibuat catatan di buku tersendiri. Cara belajar yang baik dengan merangkum bahan atau materi pelajaran juga sangat berguna saat menghadapi ujian.
3. Selalau Disiplin Dan Tekun Dalam Belajar
Yang penting di sini adalah kualitas belajarnya. Walaupun hanya 1-2 jam sehari tapi kalau di lakukan setiap hari pasti akan lebih baik dari pada belajar dalam waktu yang sangat lama pada waktu tertentu saja. Misalnya hanya belajar kalau ada ulangan atau ujian saja.
4. Bertanya Kalau Belum Paham
Biasanya saat guru selesai membahas satu mata pelajaran akan bertanya pada murid muridnya. Apakah sudah jelas? Jangan ragu dan takut untuk bertanya kalau memang kurang paham atau kurang mengerti.
Biasanya saat guru selesai membahas satu mata pelajaran akan bertanya pada murid muridnya. Apakah sudah jelas? Jangan ragu dan takut untuk bertanya kalau memang kurang paham atau kurang mengerti.
5. Hindari Sukap Tidak Jujur
Sekarang ini banyak siswa membuat catatan untuk mencontek saat ada ulangan atau ujian. Dengan belajar dengan jadwal yang teratur seorang murid akan selalu siap jika ada ulangan dadakan dan tidak perlu mencontek.
Sekarang ini banyak siswa membuat catatan untuk mencontek saat ada ulangan atau ujian. Dengan belajar dengan jadwal yang teratur seorang murid akan selalu siap jika ada ulangan dadakan dan tidak perlu mencontek.
Tips Cara Belajar yang Baik
1. Ciptakan suasana yang kondusifDalam belajar, kamu harus menciptakan suasana yang kondusif, nyaman dan tenang untuk belajar. Cara ini merupakan salah satu cara belajar yang baik karena bagaimanapun jika ingin materi yang kamu pelajari itu bener-bener masuk ke otakmu, kamu harus tenang dan dalam keadaan yang nyaman. Sehingga nggak mengganggu konsentrasi. Belajar di luar ruangan mungkin adalah pilihan yang cukup baik, karena selain lebih fresh, kita juga bisa lebih tenang dan nggak penat dalam belajar.
2. Lihat garis besarnya dahulu
Tips cara belajar yang baik dengan melihat garis besar materi. Jika membaca bahan pelajaran yang baru, jangan langsung menceburkan diri kedalamnya. Kamu bisa lebih meningkatkan pemahaman bila melihat sepintas garis besarnya. Lihatlah semua subjudul, keterangan gambar dan ringkasan yang ada. Jik membaca bacaan yang cukup panjang, maka bacalah dahulu kalimat pertama dari setiap paragrafnya.
3. Buatlah catatan intisari dari bahan pelajaran
Tips cara belajar dengan teknik meringkas intisari dari pelajaran. Kalau kamu meringkas materi dari setiap bahan pelajaran ke dalam sebuah catatan kecil, maka akan sangat membantumu mengingat bahan pelajaran itu. Pada saat kamu menulisnya, kamu pasti membaca materinya lagi, bener kan? Itu akan membuatmu cepat hafal materinya. Sebaiknya catatan itu ditulis kedalam buku kecil atau kertas yang bisa dibawa kemana-mana, sehingga bisa dibaca kapan dan dimanapun kamu berada. Tips Cara belajar yang baik bukan?
4. Berlatihlah tehnik kemampuan mengingat
Cara Belajar Yang Baik dengan teknik kemampuan mengingat. Agar lebih mudah kamu ingat sebaiknya materi yang akan kamu hafal itu diubah menjadi sebuah singkatan atau kata kunci (Mnemonics) dengan formulasi yang mudah diingat-ingat. Seperti MeJiKuHiBiNiU untuk singkatan-singkatan dari warna pelangi, yaitu Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu. Walaupun kamu jika menghafal langsung dalam 1 minggu sudah lupa, dengan menggunakan mnemonics seperti ini kamu bisa ingat sampai puluhan tahun lamanya.
5. Belajarlah dengan tekun dan rutin.
Tips cara belajar yang baik dan paling ampuh adalah dengan tekun dan rutin. Belajar tepat waktu dan serius juga sangat berpengaruh dalam peningkatan prestasi belajar, apabila kamu jarang belajar maupun hanya belajar jika akan ada ulangan pasti prestasinya gak akan maksimal. Jadi belajarlah dengan tekun dan rutin selagi ada waktu untuk belajar. Juga jangan belajar dengan tergesa-gesa pada hari terakhir sebelum ulangan, cara belajar yang baik seperti itu hasilnya juga nggak akan maksimal
Read more: TIPS BELAJAR >> Cara Belajar Yang Baik
Read more: TIPS BELAJAR >> Cara Belajar Yang Baik
Cara Memakai Jilbab Segiempat Tutorial Kerudung Pasmina Cantik YouTu...
Posted by :
Unknown
http://www.youtube.com/v/JOi5gN3R_3w?version=3&autohide=1&autoplay=1&autohide=1&showinfo=1&feature=share&attribution_tag=77p6tzuhNfdss1dBogOj6g
Read More....
http://www.youtube.com/v/NCmvpsrZ4SQ?version=3&autohide=1&showinfo=1&autohide=1&autoplay=1&feature=share&attribution_tag=QxtS0dxqFeN1Wc2d_-lT1w
Read More....
Jumat, 04 Oktober 2013
Perkembangan Tradisi Islam di Berbagai Daerah dari Abad ke-15 sampai ke-18
Pada masa sebelum datangnya Islam, pusat-pusat
pemerintahan kerajaan di Indonesia umumnya memiliki tanah lapang yang luas
(alun-alun). Di empat penjuru tanah lapang itu terdapat bangunan-bangunan
penting, seperti keraton,
tempat pemujaan, dan pasar.
Jika
dilihat dari sudut arsitektur, masjid kuno beratap tingkat (meru) misalnya
beratap dua yaitu masjid Agung Cirebon, masjid Katangka di Sulawesi, masjid
Muara Angke,
Tambora dan Marunda di Jakarta; masjid beratap tiga yaitu masjid Demak,
Baiturrahman Aceh, masjid Jepara; dan masjid beratap lima yaitu masjid Agung
Banten. Masjid kuno Indonesia yang mempunyai atap bertingkat telah mengundang
pendapat beberapa ahli yang mengatakan bahwa hal itu merupakan kelanjutan dari
seni bangunan tradisional Indonesia lama.
Ada
beberapa bukti yang mendukung pendapat itu, di antaranya sebagai berikut.
1.
Bangunan-bangunan Hindu di Bali yang disebut Wantilan atapnya juga bertingkat.
2.
Relief yang ada di candi-candi pada masa Majapahit juga terdapat ukiran yang menggambarkan
bangunan atap bertingkat.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa
telah terjadi akulturasi antara seni bangun tradisional Indonesia dengan seni
bangun. Dalam seni ukir dan lukis terjadi akulturasi antara seni ukir dan seni
lukis Islam dengan seni lukis dan seni ukir tradisional Indonesia yang dapat
kita jumpai pada bangunan masjid-masjid kuno dan keraton. Ukir-ukiran yang
biasa dipahatkan pada tiang-tiang, tembok, atap, mihrab, dan mimbarnya dibuat
dengan pola makara dan teratai.Dalam perkembangan selanjutnya, muncul pula seni
kaligrafi, yaitu seni melukis indah dengan huruf Arab. Dalam seni tari dan seni
musik juga terjadi akulturasi yakni beberapa upacara dan tarian rakyat.
Di beberapa daerah ada jenis tarian yang
berhubungan dengan nyanyian atau pembacaan tertentu yang berupa selawat atau
slawat kompang. Bentuk-bentuk tarian itu misalnya permainan dabus dan seudati.
Permainan dabus adalah suatu jenis tarian atau pertunjukan kekebalan terhadap
senjata tajam dengan cara menusukkan benda tajam tersebut pada tubuhnya. Tarian
ini diawali dengan nyanyian atau pembacaan Alquran atau selawat nabi. Permainan
ini berkembang di bekas-bekas pusat kerajaan seperti Banten, Minangkabau, Aceh.
Adapun seudati adalah seni tradisional rakyat Aceh yang berupa tarian atau
nyanyian. Pertunjukan dilakukan oleh sembilan atau sepuluh orang pemuda dengan
memukul-mukulkan telapak tangan ke bagian dada. Dalam seudati pemain juga
menyanyikan lagu-lagu tertentu yang isinya berupa selawat (pujian) kepada nabi. Selain
seni tari, juga berkembang seni musik yang berupa pertunjukan gamelan.
Pertunjukan ini biasa dilakukan pada upacara Maulud, yaitu peringatan untuk
menghormati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada peringatan ini, selain
dinyanyikan pujian-pujian kepada Nabi Muhammad saw. juga diadakan pertunjukan
gamelan dan pencucian benda-benda keramat. Upacara ini biasanya dilakukan di
bekas pusat kerajaan, seperti Yogyakarta dan Surakarta yang disebut Gerebeg
Maulud. Upacara semacam ini di Cirebon biasa disebut Pajang Jimat. Upacara ini
biasa disampaikan dengan gemelan yang disebut Sekaten.
Masuknya kebudayaan Islam juga
berpengaruh besar terhadap seni bangunan makam. Bangunan makam pada orang yang
meninggal terbuat dari batu bata tembok yang disebut jirat atau kijing. Di atas
jirat itu, khususnya bagi orang-orang penting didirikan sebuah rumah yang
disebut bangunan makam berupa jirat dan cungkup yang biasanya dihiasi dengan
seni kaligrafi (seni tulisan Arab) yang indah. Makam tertua di Indonesia
yang bercorak Islam ialah makam Fatimah binti Maimun di Leran (tahun 1082) dan
diberi cungkup. Dinding cungkup diberi hiasan bingkai-bingkai mendatar mirip
model hiasan candi. Makam lain yang penting, antara lain makam Sultan Malik al
Saleh di Samudra Pasai, makam Maulana Malik Ibrahim, dan makam para wali dan
sultan yang lain.
Langganan:
Komentar (Atom)